Monday, 14 April 2025

DUKUNGAN SEORANG IBU

 Oleh : Nimas, Rino Susilo

Hari minggu selalu menjadi hari yang ditunggu-tunggu bagi Nimas. Ia selalu senang jika hari minggu tiba. " Akhirnya libur, seperti biasa bu, yuk berangkat latihan renang", ucap Nimas kepada Ibunya. "Iya nduk, tapi sepertinya mendung dan hujan segera turun", jawaban ibunya kepada Nimas. Dengan penuh permohonan, Nimas kepada Ibunya "ayoklah bu, gpp nanti sambil hujan hujanan lebih seru"."Wah nanti kamu bisa sakit nduk, tapi ya sudah yuk siap-siap". Saking senangnya, Nimas segera melakukan persiapan. Nimas memasukkan baju ganti, sandal dan makanan ringan ke dalam tasnya. 

 Sebelum berangkat cuaca mendung semakin tebal, hujan tak terelakkan dan akhrinya turun juga. Nampak wajah Nimas yang penuh kecewa. Lalu ibu mendekati Nimas. “Bagaimana nduk sekarang hujan deras, main di rumah saja ya”. Nimas terdiam, mata berkaca-kaca sepereti akan menangis menunjukkan kesedihannya. Mengetahui putrinya bersedih, sang ibu pelan-pelan mendekati Nimas "Sudahlah nduk, minggu depan lagi ya"."Hujan ini apa tidak selesai-selesai ya bu?" tanya Nimas. “Sepertinya ini lama nduk, hujannya deras, coba lihat halaman rumah kita kebanjiran. Sebagai gantinya nanti malam kalau hujannya sudah reda kita jalan-jalan beli martabak kesukaanmu saja ya?” tawaran Ibu untuk meredakan kesedihan Nimas. “Kalau tetap hujan gimana bu?” jawab Nimas. Ibunya meyakinkan "Yakin saja nanti pasti hujannya berhenti, berdoa saja ya nduk, sekarang yuk kita belajar melukis. kamu kan juga suka melukis. Coba kamu lukis suasana hujan nduk". Nimas kembali semangat karena melukis juga salah satu hobinya "oh iya bu, sepertinya seru juga melukis disaat seperti ini". " Betul nduk, sekarang ibu ambilkan peralatan lukisnya, kemudian ibu buatkan teh hangat untukmu". " Iya, Trimakasih bu". 

 Sambil menunggu hujan reda, Nimas melukis suasana hujan dan tanpa disadari ia tertidur. Kemudian hal yang diyakini akhirnya terbukti benar. Hujan berhenti ketika sore hari. Ibu melihat Nimas sedang tertidur disamping lukisan yang dibuatnya. Dengan kagum ibunya melihat hasil lukisan putrinya yang luar biasa bagus dan kemudian membangunkan Nimas " Nduk bangun, silahkan mandi sudah sore". Pelan-pelan mata Nimas terbuka " Hujannya sudah reda ya bu?". Sudah nduk. “Lihat bu hasil lukisanku”. " Iya nduk, hasil lukisanmu luar biasa, nanti akan ibu belikan peralatan lukisan yang lebih lengkap nduk agar kreatifitasmu semakin berkembang ". "Siap bu". Tiba-tiba Nimas mengingat sesuatu "oh iya bu kita jadi beli martabak kan?", Ibunya tersenyum dan berkata " wah ingat saja kamu nduk, karena kamu sudah melukis dengan bagus dan anak yang baik serta penurut, yuk kita beli martabak. sekarang mandi dulu ya". Nimas nampak senang dan kegirangan" Yes, SIAP BU".

No comments:

Post a Comment