Oleh : Kevin, Rino Susilo
Byur...byur...byur...!!! Terdengar suara anak-anak penuh kebahagiaan, sudah lama tak berenang mandi di kolam dan sangat ceria menikmati masa kecil yang indah. Mereka menilai kolam itu dapat memberikan kenangan yang tak bisa dilupakan dengan mudah. Sesudah puas mereka melanjutkan mandi dan segera beranjak bersiap-siap untuk solat berjamaah di masjid samping kolam tersebut. Masjid itu sudah tua, terdapat pohon belimbing dan sawo becik yang masih bertengger kokoh menghiasi lingkungannya. Tidak menjadi hal yang mengganggu bagi siapapun. Burung-burung trocok bernyanyi sangat indah disana. Suaranya berkicau adu kemerduan. Apa yang mereka inginkan? entahlah, seolah-olah itulah tempat nyaman dan aman baginya, hingga tak terasa pagi segera tiba.
Ketika masjid yang tidak merencanakan pertemuan orang-orang. Tiba-tiba subuh dini hari ketika terdengar suara adzan oleh kiai dimasjid itu, menarik empat musafir bernama Rido, Hasan, Mifta, dan Abdul. Mereka behenti dan menjadikan masjid itu untuk solat subuh. Walau sedikit jamaah, mereka tetap berupaya mengerahkan segenap pikiran dan hatinya hanya kepada sang Pencipta. Tidak ada angin tidak ada hujan. Hal yang tidak terduga terjadi!
“eq..eq.. la...i lahaill..allah muham..madarrasulu.llah” terdengar suara rintihan doa dari Kiai. “Ya Allah ada apa ini, tolong-tolong” Hasan panik sambil berusaha membangunkan Kiai. “Bangun pak, Ya Allah, bagaimana ini” Hati Rido berdebar kencang. Mifta dan Abdul berusaha mencari pertolongan kepada orang-orang disekitar. Namun nyawa Kiai sudah tidak tertolong lagi. Kiai telah meninggal dunia di Masjid Tua saat bersujud.
Tidak nampak pesan-pesan yang menyedihkan kala itu, tidak ada yang tau rencana ajal tiba. Terdapat seorang didalamnya yang ternyata menjadi akhir di masjid tua itu. Apa yang perlu disesali atas peristiwa ini? Tentu tidak ada, ini sudah menjadi takdir baginya. Semua jiwa akan mati seperti keputusan yang menentukan waktunya. Banyak menyimpan cerita di tempat masjid tua. Namun masjid tetaplah masjid. Sebuah bangunan yang selalu siap menunggu siapapun yang ingin mencari ketenangan, obat kerinduan, pereda kelelahan, serta pelindung bagi orang-orang beriman.